Cinta yang membebaskan?

seorang feminis "Simone De Beauvoir" penulis buku Second Sex yang paling saya ingat adalah ungkapannya yang mengatakan bahwa orang lain adalah neraka, orang yang membenci pernikahan karena itu artinya dengan menikah seseorang akan menggadaikan kebebasannya, menggantungkan diri pada orang lain, dan akhirnya lupa dengan dirinya sendiri.

Setelah membaca lebih jauh pemikiran feminis ini dipengaruhi oleh pemikiran seorang filsuf Eksistensialis "Jean Paul Sartre" dia percaya bahwa individu adalah mahluk untuk dirinya sendiri, seorang filsuf yang juga mencintai kebebasan.

di pembacaan berikutnya kedua tokoh ini bersepakat untuk menjalin relasi emosional. mereka berdua meyakini bahwa seseorang akan lebih memahami dirinya sendiri dalam hubungannya dengan orang lain. hingga tepat di 1929 silam mereka mengucap janji untuk mencintai dengan sepenuh kebebasan.

Kebebasan dari rasa cemburu, kebebasan dari kebohongan, kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan menjadi diri sendiri tanpa mengorbankan diri pasangan. mereka tidak menggadaikan idealismenya hanya saja yang sering kita lupa, dalam Eksistensialisme adalah pandangan bahwa manusia dapat mendefinisikan maknanya sendiri baik itu kebebasan dan pilihannya. 
.
~rant

Komentar

Postingan Populer