Mindfulness dan cara merawat ego

di usia berapa anda menentukan kebahagiaan seperti apa yang ingin anda raih? atau justru belum terpikirkan? Di era dimana lanskap kehidupan manusia ditentukan oleh standar media dan konstruk masyarakat. Membuat seseorang hanya mampu mendefinisikan kebahagiaan sekadar harus punya uang banyak, punya mobil, punya rumah besar, ketenaran, cantik, badan bagus dan lain sebagainya. tapi pertanyaannya apakah kita benar-benar membutuhkan itu? 

setiap hari kita sibuk untuk mengenyangkan ego-ego di dalam diri kita, menghabiskan begitu banyak waktu di depan lemari memilih baju apa yang harus kita pakai hari ini, dandanan seperti apa yang cocok untuk baju yang kita kenakan, sibuk menjadi yang bukan diri kita untuk terlibat dengan obrolan yang sebenarnya tidak kita pahami, berbicara terlalu banyak untuk mendapatkan validasi, berusaha begitu keras dalam sebuah pekerjaan yang tidak terlalu kita sukai untuk kenaikan jabatan. atau bahkan lebih dari itu?

atau saya ubah pertanyaannya. berapa jam dalam sehari yang anda habiskan untuk berolahraga? berapa banyak asupan air yang anda berikan untuk tubuh anda dalam sehari? berapa jam waktu tidur anda untuk mengistirahatkan tubuh? berapa lama anda duduk menikmati kopi ataupun teh dengan membaca buku? apakah anda sudah benar-benar meluangkan waktu untuk diri anda? Untuk tubuh dan pikiran anda? pernahkah dalam sehari anda mempertanyakan apa yang sebenarnya anda inginkan?

bukankah penat harus terlihat sempurna setiap hari hanya untuk mendapatkan legitimasi dari orang lain? kita perlu memberi waktu untuk lebih awere terhadap diri kita sendiri. menjadi secukupnya dan memfokuskan dengan hal-hal yang memang penting. melatih pikiran dengan membaca, ataupun mendengarkan. membicarakan hal-hal yang menyenangkan dengan keluarga atau teman. buat agenda-agenda kecil yang bisa dilakukan setiap hari untuk relaksasi diri. bukankah kedamaian jiwa adalah obat untuk dunia yang sudah sakit ini?

kurangi membandingkan diri dengan orang lain, membicarakan orang lain, ataupun merasa kalah dengan pencapaian-pencapaian orang lain. Cobalah untuk mengenali batasanmu sendiri dengan itu kita bisa menstimulus kerja hati dan pikiran kita sendiri agar mampu melihat apa yang ada dalam diri yang bisa kita improve untuk terus bertumbuh dengan standar hidup bahagia yang kita ciptakan sendiri yang tentunya tidak memberatkan raga dan Atma.

Note: tulisan ini didedikasikan untuk diri penulis, dan moga-moga dapat menjadi asupan pikiran untuk orang lain. semoga semua mahluk berbahagia.

Komentar

Postingan Populer