Review Film "Our Father"

Menonton film dokumenter "Our Father" benar-benar membuka pikiran bahwa pelecehan dan kekerasan seksual bisa dilakukan dengan orang dan cara apa saja. Membayangkan hidup di suatu tempat yang ternyata mayoritas dari seluruh populasi manusianya adalah saudara (i) sendiri sungguh sangat mengerikan. 

Tindak pemerkosaan dalam film dokumenter ini adalah dalam ranah medis, pasangan-pasangan yang kesulitan mendapatkan keturunan memilih jalan inseminasi buatan. namun, hal ini malah dijadikan malpraktek oleh dokter fertilitas. dalam ranah medis penggunaan sperma yang ideal hanya bisa dilakukan tiga kali hal ini untuk mencegah penyakit genetik. Tapi dalam kasus ini dr Cline justru menggunakan spermanya bukan dari pendonor dan ini dilakukan berulang kali tanpa persetujuan dari pasien.

Salah satu scan film memperlihatkan dr Cline melakukan masturbasi di dalam kantornya kemudian menggunakan sperma tersebut dalam proses inseminasi Tindakan biadab ini ia benarkan karena doktrinasi dari komunitas ekstrimis agama Kristen sebagai salah satu afiliasinya dr Cline percaya bahwa bereproduksi sebanyak mungkin adalah jalan untuk memenuhi mandat tuhan.

Pengikut ekstrimis agama ini disebut sebagai "Quiverfull" (untuk lebih jelasnya bisa di searching di google). Kesalahan penafsiran dalam suatu ayat akan melahirkan tindakan yang justru menyeleweng dari apa yang dimaksudkan, karenanya banyak tindakan-tindakan biadab yang justru dibenarkan dengan dalih agama.

Film ini memperlihatkan bagaimana dampak psikis dan sosial terhadap masalah kekerabatan dalam sebuah lingkungan. Lebih dari itu kita akan melihat bagaimana perbedaan proses hukum bagi orang-orang yang memiliki power. kasus yang seyogyanya adalah pemerkosaan massal ini di anggap sebagai kasus ringan hanya karena pelaku tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya. 

Untuk lebih detailnya silahkan nonton filmnya.!!

Komentar

Postingan Populer