Review buku: 24 Jam Bersama Gaspar

Buku bersampul hijau ini memiliki 223 halaman. Awalnya saya tertarik membaca buku ini bermula dari pembacaan buku Kamu: Cerita yang tidak perlu dipercaya dari Sabda Armandio. buku yang menggelitik dan memiliki selera humor yang segar. saya juga sudah mereview bukunya. Teman-teman pembaca bisa membaca di salah satu tulisan blog saya dengan judul yang serupa dengan bukunya.
Kembali ke buku 24 jam bersama Gaspar, dari sampulnya pembaca sudah akan tahu kalau buku ini menceritakan cerita detektif. Toko utama bernama Gaspar akan membawa kita ke perjalanan menyenangkan, mengocok perut namun ringan dan memiliki selera humor yang segar khas tulisan Sabda Armandio. Cerita dalam buku ini menurut saya sangat ajaib.

Di bagian awal buku saya membaca kutipan yang bagi saya nyeleneh tapi benar adanya, tulisannya begini:
"Beberapa orang jadi menarik karena mempertahankan sifat polosnya. Saat kau kecil, kau akan tampak imut setengah mati dengan kepolosanmu yang pelan-pelan berubah menjadi ketololan yang tentu tak kalah lucunya seiring usia bertambah" [h.20]

Manusia mengalami evolusi biologis yang membuat ukuran tubuhnya, fungsi tubuhnya, daya pikir dan perasanya jauh lebih matang seiring bertambahnya usia. Tapi tidak jarang ketika seseorang merasa sudah dewasa, berpikiran terbuka tapi bisa saja berlaku di luar nalar dan mematikan seluruh inderanya jika berhadapan dengan beberapa situasi, jatuh cinta salah satunya hahah oke kembali ke topik.

Selama 24 jam Gaspar akan mengajak pembaca untuk ikut penasaran dengan kotak hitam yang akan jadi objek curiannya. Pembaca juga akan disuguhkan dengan percakapan alot antara polisi dengan ibu Tati untuk mengungkap kasus pembunuhan namun sangat bertele-tele dan hampir saja membuat saya emosi dan muncul pikiran betapa sabarnya polisi dalam cerita ini bercakap-cakap dengan orang tua tulalit yang sering kali tidak jelas membicarakan apa hahaha Salutt!!

Jauh dari kesan nyeleneh dan humor yang ada dalam buku ini saya menemukan sarat makna tentang kemanusiaan dan bagaimana kondisi manusia di era modern ini lewat ungkapan-ungkapan yang disampaikan tokoh-tokoh nya. diantaranya:
" Tak seorang pun berpikir mereka adalah orang jahat. Orang-orang baik melakukan hal jahat dan beralasan apa yang dia lakukan demi kebaikan. Kita akan selalu menemukan pembenaran terhadap apapun" [h.139].

Saya juga berpikir bahwa ketika kita berhadapan dengan orang yang pernah menyakiti kita, melakukan hal buruk pada kita, meskipun di ucapan yang terlontar adalah kalimat memaafkan namun, terkadang dalam pikiran kita berkelabat skenario jahat untuk pembalasan dendam dan itu hanya kita yang tahu dan tersimpan rapi di kepala kita. Seperti ungkapan dalam buku ini:
"Berapa banyak pembunuhan yang kalian lakukan di dalam kepala kalian? Seberapa sering kalian menikmati niat jahat yang kalian rancang, tapi terlalu takut untuk mewujudkan?" [h.140].

Saya merekomendasikan buku ini untuk teman-teman pembaca yang tidak terlalu suka dengan buku-buku yang memiliki alur cerita yang berat. Buku ini bagi saya sangat pas menemani sore hari dengan secangkir teh ataupun kopi. Ringan dan segar. Ahh ada satu penggalan syair dari ibu Tati yang paling saya sukai dalam buku ini.

"Aku mau
Menggandakan diri
Sebanyak lima miliar kali
Agar bisa mencintaimu sebanyak itu"

Selamat membaca, semoga semua makhluk berbahagia 🌻
~rant

Komentar

Postingan Populer