KERUSAKAN ALAM DAN KRITIK TERHADAP MANUSIA (dalam buku ISHMAEL dan DUNIA ANNA)

Buku bersampul hijau karya Jostein Garder yang berbicara tentang filsafat semesta dihadiahkan oleh kawan saya setelah menyelesaikan sidang skripsi pada bulan juni lalu. saya pertama kali mengenal karya Jostein Garder lewat karya fenomenalnya yakni Dunia Shopie, itupun tidak saya selesaikan karena fokus genre bacaan saya pada saat itu bukan novel filsafat. berbeda dengan buku Dunia Sophie, buku Dunia Anna Justru disajikan dengan jumlah halaman yang tidak terlalu tebal yaitu 244 halaman saja. yang menarik dalam buku ini adalah penyajian latar waktunya, pembaca akan disuguhkan dengan perjalanan dari Nova yang menerima surat 70 tahun sebelumnya dari nenek buyutnya Anna. di bagian awal buku perpindahan latar waktu yang mendadak mungkin akan membuat pembaca bingung, namun setelah terbiasa saya yakin pembaca akan lebih menikmati perjalanan buku ini.

Jostein Gaarder dalam buku Dunia Anna memberikan kisah ringan namun sarat akan makna tentang kondisi alam semesta, isu lingkungan yang membahas perubahan iklim dan pemanasan global serta bagaimana dampaknya untuk generasi selanjutnya. kondisi alam yang terus berubah tentu saja tidak lepas dari perilaku manusia itu sendiri. sosok Anna dalam buku ini memiliki perhatian khusus terhadap perubahan lingkungan yang dialaminya, mulai dari punahnya spesies hewan dan tumbuhan langkah seperti rusa kutub, lebah madu dan spesies hewan lainnya. Anna ingin mengembalikan dunia menjadi asri, yang tidak tegerus oleh kerusakan lingkungan, penebangan pohon, dan terbebasnya hewan dan tumbuhan dari kepunahan sehingga generasi-generasi berikutnya tidak hanya membayangkan dan melihat alam semesta yang hijau dari foto dan video di internet.

Dalam buku ini sosok tokoh Nova (Anna) mengrtirik bahwa kondisi yang dialami oleh generasi mendatang itu disebabkan oleh perilaku dari generasi sebelumnya. bagi saya penulis Joestein Garder berhasil menyuguhkan dan membuat pembaca tersadar akan pentingnya membahas isu lingkungan. setelah menyelesikan buku Dunia Anna saya melanjutkan membaca buku ISHMAEL karya dari Daniel Quinn, buku ini juga hadiah dari seorang kawan sebagai ucapan selamat atas penyelesaian Studi Starata Satu di bulan oktober lalu. kawan ini meminta saya untuk mereview setelah saya membaca buku ini (itu salah satu alasan munculnya tulisan yang teman-teman baca sekarang hahah) kali pertama yang membuat saya tertegun ketika melihat tulisan di belakang sampul bukunya yang hanya satu kalimat "Bagaimana menyelamatkan dunia dari diri kita sendiri?" setelah membaca kalimat itu saya memiliki firasat bahwa perjalanan membaca saya kali ini akan menarik.

Buku ISHMAEL karya Daniel Quinn merupakan karya International Best Seller, sebuah buku pencerahan yang memenangkan berbagai penghargaan dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa salah satunya Indonesia. bersampul putih dengan 254 halaman dan disajikan sampai tiga belas bagian bab. dalam buku ini Daniel Quinn benar-benar menelanjangi pemikiran superioritas manusia melalui premis penciptaan yang banyak diyakini bahwa "Alam Semesta diciptakan untuk manusia". yang unik dalam buku ini adalah percakapan telepati antara gorila bernama "Goliath" dengan seorang manusia. bermula dari tokoh "Aku" yang membaca iklan  untuk menyelamatkan dunia dalam sebuah koran. sosok tokoh Aku yang ambisius dan memiliki tekad untuk mencari seorang guru yang bisa membuatnya melakukan sesuatu untuk menyelamatkan dunia akan membawa pembaca pada perenungan panjang tentang manusia dan esksistensinya.

Obrolan panjang antara Goliath dan tokoh "Aku" cukup menambah sudut pandang saya tentang dunia, proses peciptaan manusia dan bagaimana suatu kebudayaan serta hukum berperan penting dalam perubahan kondisi dalam suatu masyarakat. pertanyaan awal adalah "bagaimana hal-hal menjadi seperti sekarang ini?" Pembaca akan sering menjumpai istilah kaum peninggal (manusia purba) dan kaum pengambil (manusia modern). perspektif kaum pengambil yang meyakini bahwa dunia itu diciptakan untuk manusia sehingga mereka bebas melakukan apapun untuk bertahan hidup. hal inilah yang menjadikan kritikan awal penulis, penaklukan manusia terhadap dunia dengan sendirinya menghancurkan dunia. kemajuan evolusi yang terjadi di era modern sekarang ini kadang luput dari perhatian manusia bahwa setiap kutub positif selalu beriringan dengan kutub negatif. kemajuan teknologi, sains, ekonomi dan industri juga akan memicu kelaparan, penindasan, krisis iklim, polusi, dan dampak negatif lainnya.

seperti pertanyaan pada bagian belakang sampul buku ini yang saya sampaikan sebelumnya "bagaimana menyelematkan dunia dari manusia?" cikal bakal dari kerusakan yang dilakukan manusia karena mereka belum memiliki pengetahuan bagaimana seharusnya menjalani hidup sebagai manusia. pada halaman 83 dalam buku ini saya menggarisbawahi "jika orang tahu bagaimana semestinya hidup, maka mereka akan mampu menangani apa yang salah dengan sifat manusia. mengetahui bagaimana menjalani hidup harus mencakup mengetahui cara hidup sebagai mahluk yang tidak sempurna. jika tidak demikian, maka ia tidak bisa menjalani hidup sebagaimana mestinya." karena "jika manusia tahu bagaimana seharusnya menjalani hidup, maka ketidaksempurnaan dalam diri manusia dapat diatasi. jika manusia tahu bagaimana menjalani hidup, maka mereka tidak akan selamanya mengacaukan dunia".

Manusia modern digambarkan dalam buku ini memiliki watak yang tidak mampu merasa cukup, mereka selalu mengharapkan hal lebih seperti dalam hal pemenuhan makanan, manusia purba atau kaum peninggal hanya akan mengambil sumber makanan dari alam secukupnya atau sesuai dengan kebutuhannya, sedangkan manusia modern cenderung menimbun dalam artian mereka juga mempersiapkan kebutuhannya untuk hari-hari berikutnya. mitologi superioritas manusia yang diyakini kaum pengambil membenarkan mereka melakukan apa pun yang mereka sukai terhadap dunia. karena pemahaman ini menjadikan banyak mahluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan tidak lagi memiliki eksistensi sebab eksploitasi sumber makanan yang berlebihan oleh manusia akan merusak siklus rantai makanan dari hewan dan tumbuhan.

selaras dengan buku Dunia Anna yang saya singgung pada paragraf awal memiliki korelasi dengan buku ISHMAEL ini, dua buku ini sama-sama mengkritik cara hidup manusia yang merusak alam. hal yang perlu diyakini adalah tidak ada spesies yang boleh menganggap dunia ini miliknya sendiri karena dunia tidak dibuat untuk satu spesies saja, maka dari itu manusia tentu saja tidak diciptakan untuk menaklukan dan menguasainya. membaca kedua buku ini adalah perjalanan memperkaya wawasan, menyegarkan dan tentunya membuat pembaca lebih menghargai alam dan rendah hati sebagai manusia. berbicara tentang cara hidup yang ideal tentunya masih menjadi pertanyaan yang sukar untuk dijawab, tapi setelah membaca buku ini saya yakin pembaca akan menemukan mozaik yang mengantarkan pada jawaban.

Dunia adalah tempat yang sangat indah. dunia tidak berantakan, dunia tidak perlu ditaklukan dan dikuasai oleh manusia. dengan kata lain, dunia tidak perlu menjadi milik manusia, tetapi dunia membutuhkan manusia untuk memilikinya. dalam mewujudkan dunia yang aman orang-orang tidak membutuhkan lebih dari sekadar caci maki, lebih dari sekadar dibuat merasa bodoh dan bersalah. manusia membutuhkan lebih dari sekadar misi malapetaka, mereka membutuhkan visi tentang dunia dan manusia itu sendiri untuk menginspirasi manusia lainnya. memikirkan diri kita sendiri dengan cara baru, memikirkan dunia dengan cara yang baru, cara yang memberikan ruang hidup kepada makhluk lain di sekitar kita.

Selamat membaca..

Semoga semua makhluk berbahagia💚👫


Komentar

Postingan Populer