Hikayat Cinta Tuan Puan
Pernahkah kamu sekalian mendengar roman tentang sepasang muda-mudi yang berusaha merayu Tuhan untuk bisa bersatu? Suatu waktu, di tengah peliknya kehidupan yang dijalani oleh sang Puan, seseorang hadir memberi oase yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya.
Mulanya sang Puan mulai takut bermimpi akan hadirnya raga yang memiliki tutur menawan, sebab ia pernah ditikam oleh deretan kata yang keluar dari bibir seseorang. Ia cemas dengan senyuman yang membuat nyaman sebab ia telah kehilangan lengkung sudut bibirnya karena seseorang yang memporandakan hatinya. Namun kehadiran sang Tuan dengan tatapan hangat dan binar mata yang menenangkan seperti menyihir sang Puan dan menumbuhkan benih kasih di relung hatinya.
Tuan dan Puan melewati hari-hari penuh cinta, nampak indah apapun yang mereka pandang. Amboy jatuh cinta memang berjuta rasanya. Bangun tidur melihat kiriman pesan sang kekasih, siang harinya bertemu dan bercakap sepanjang hari tentang buku, berita-berita di surat kabar, prediksi cuaca, lagu favorit, dan adu kelakar guna mencipta tawa. Mereka membuai waktu agar bisa lebih lama menetap binar indah di mata sang kekasih.
Sudut-sudut kota menyimpan kenangan manis dua insan yang dimabuk cinta, kursi di depan minimarket menyimpan ingatan-ingatan paling rahasia tentang tangan yang saling menggenggam, debar yang bersahutan, rona merah di pipi sang Puan dan rekah senyum di bibir sang Tuan. Mereka gemar merangkai ingatan penuh cinta, sebab jika kelak mereka tak lagi bisa merayu Tuhan untuk memperpanjang usia bersama, mereka tetap kekal dalam ingatan masing-masing.
Sampai suatu ketika mimpi indah sang Puan akhirnya luruh, ia luput bahwa setiap kisah cinta selalu memiliki dua sisi. Sebuah hubungan yang dibiarkan tumbuh tanpa keteraturan akan menjadi hantu yang tidak menjejak bumi, dan alasan cinta yang tadinya diagungkan akan berubah menjadi utang moral dan perasaan dari kedua belah pihak. Kali ini sang puan dipatahkan oleh keadaan, gagal memupuk benih hingga cintanya tidak lagi bertumbuh.
Sang puan ingin membawa sang tuan disetiap langkah kakinya, terus merekatkan jemari, dan seterusnya mengalami momen jatuh cinta yang berbeda setiap hari. Namun, kisah cinta yang melulu indah bukanlah hal yang sering terjadi di dunia realitas. Tuan dan Puan memilih beranjak, mencukupkan cinta, dan menyimpan memori indah dalam pelukan kenang selamanya. Tamat.
~rant
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar