TUHAN DALAM PERSPEKTIF SEJARAH MANUSIA
Hukum alam adalah deskripsi bagaimana segala sesuatu bekerja pada masa lalu, sekarang, dan masa depan. Banyak ilmuan yang berpendapat bahwa Tuhan terwujud dalam hukum-hukum alam, mengetahui kehendak Tuhan adalah dengan mengetahui hukum alam semesta. Dalam literatur agama kita sebagai umat muslim meyakini adanya konsep 'Sunnatullah' yaitu suatu hukum yang ditetapkan oleh Allah untuk mengatur penciptaan di muka bumi sejalan dengan hukum-hukum alam (law of nature). Mengenai peran Tuhan dalam alam semesta beberapa filsuf terkemuka pada era Gang of three dan Neoplatonisme juga mengemukakan bahwa sifat-sifat Tuhan dapat dilihat melalui hukum alam semesta.
Dalam sejarah spritual manusia kita mengenal berbagai jenis aliran/konsep kepercayaan yang tentunya beberapa kepercayaan tersebut masih dianut oleh orang-orang di berbagai wilayah. Menurut catatan sejarah, konsep tertua spiritualisme bermula dari "Animisme" di mana penganut kepercayaan ini menganggap bahwa terdapat roh/atau jiwa dalam semua objek yang mereka yakini dapat memberi keselamatan maupun mendatangkan rezeki. Kemudian konsep ketuhanan berkembang menjadi "Many God" kepercayaan ini menganggap bahwa di setiap wilayah atau suku memiliki Tuhannya sendiri.
Pada abad ke-14 SM konsep "Monoteis" pertama kali muncul dan juga dikenal dengan istilah "High God" kepercayaan ini meyakini bahwa ada Tuhan yang memiliki kekuasaan yang lebih tinggi dari Tuhan-tuhan yang lain. Pada abad ini ajaran Monoteis terbagi menjadi dua, pertama: konsep Tuhan Aten (Akhenaten) yang dipercaya sebagai Tuhan yang dapat memberikan penerangan bagi semua orang di seluruh penjuru bumi, Akhenaten dalam beberapa referensi juga disebut sebagai dewa matahari, ajaran ini dianut dan berkembang di mesir. Kedua: Konsep Tuhan Ahura Mazda yakni Tuhan yang pertama dan yang terakhir. Ahura Mazda dikenal sebagai Tuhan yang bijaksana. Tuhan ini dapat diketahui melalui enam sifat ketuhanan yang dibawa ke dunia yaitu: kebijaksanaan, kebenaran, kekuatan, cinta, persatuan, dan keabadian. Konsep kepercayaan ini dikenalkan oleh Zarathutra Spitama yang disebut sebagai nabi dari Iran.
Kemudian pada abad ke-6 SM. Konsep Monoteisme muncul kembali dengan dua konsep ketuhanan. Pertama: Konsep Tuhan Marduk pada masa imperium Babilonia. Tuhan Marduk dianggap sebagai Tuhan tertinggi, banyak peperangan yang terjadi pada saat itu yang dilakukan antara kelompok-kelompok kepercayaan untuk membuktikan bahwa Tuhan mereka lebih kuat dari Tuhan kelompok lain. Kedua: konsep Tuhan Yahweh, yang merupakan Tuhan panutan bagi raja-raja Israel, mereka meyakini bahwa yahweh merupakan Tuhan yang menciptakan seluruh alam semesta. Konsep Tuhan Yahweh bertahan selama 1000 tahun namun setelah itu tergantikan dengan konsep "One God" atau Tuhan esa.
Tuhan esa diyakini sebagai Tuhan yang soliter, tanpa bentuk-bentuk manusia yang bisa menyamainya, Tuhan yang abadi dan tidak bisa dibagi. Konsep ketuhanan ini berkembang besar di budaya timur tengah. Setelah itu, pada abad ke-4 M umat Kristen memperkenalkan konsep Trinitas "God Is Three" bahwa ada tiga Tuhan meskipun esensinya tetap satu, di era sekarang Kristen menjadi salah satu agama terbesar di dunia. Kemudian pada abad ke-7 M Islam muncul dengan ajaran bahwa Tuhan adalah satu "God Is One" yang dikenal dengan istilah Tauhid, bagi pemeluk agama Islam tidak cukup hanya dengan percaya pada satu Tuhan di alam semesta, tapi harus menolak eksistensi Tuhan-tuhan yang lain.
Pada masa kontemporer banyak yang beranggapan bahwa Tuhan ada dimana-mana, dan terdapat dalam setiap objek ini dikenal dengan istilah "God Is All". Perspektif tentang Tuhan selalu berevolusi sejalan dengan sejarah manusia. Tapi bagi saya sendiri Tuhan adalah satu entitas tunggal, hanya saja kita sebagai manusia memiliki panggilan yang berbeda untuk menyebut zat yang tertinggi ini. Dan satu lagi, tulisan ini tidak bermaksud untuk menilai agama/kepercayaan mana yang paling benar tapi sebagai refleksi sejarah ketuhanan manusia.
Sumber pengkajian saya dari buku "Filsafat Sains, Intelektualisme, dan Riset untuk Perubahan" karya Prof. Dr. Herry Purnomo.
~rant
Semoga semua makhluk berbahagia 🌾
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar