Beberapa Tahun yang Terlewat

Bagaimana rasanya memasuki usia dewasa pertengahan? berat menjawabnya. Jujur saja belum ada pencapain gemilang sejauh ini, banyak harapan yang gagal terwujud, dan rasa-rasanya setahun terakhir ombaknya lebih ganas dan beberapa kali bahkan memaksa memukul mundur. Bukan lagi berperang melawan orang lain, tapi kini diri sendiri yang menjadi lawan paling kuat. Rasa malas, pesimis, over thinking, dan ego-ego lainnya yang harus dijinakkan. Tolak ukur pembanding bukan lain pihak luar tapi diri sendiri pada masa lalu.
Memetakkan satu-satu mimpi, mengurainya perlahan. Kadang kusut, ada juga yang terputus, sehingga harus diurai dari awal lagi. Isak tangis diam-diam yang menguar di kelam malam adalah saksi bahwa atma sebenarnya babak belur juga. Tapi waktu tidak menunggu, kita yang harus selalu bergerak. Dari buku yang kubaca, masa depan itu tidak terjadi nanti, ia beriringan dengan masa kini. Saat satu mimpiku gagal, mimpi yang lain kuusahakan bisa terwujud. Ada banyak mimpi dan langit masih sangat luas untuk menampungnya.

Satu tahun terakhir, sepanjang usia duapuluh tiga tahun yang ku lewati, aku belajar banyak sekali. Dari orang-orang sekitarku, dari buku-buku yang ku baca, dan dari apa yang ku alami. Semua makna yang ku kumpulkan itu kuharapkan mampu memperlembut jiwaku dan mempertajam cara berpikirku. Bagian diriku yang lain pun mendapat perhatian lebih ekstra di tahun ini. Menjaga pola makan dan rutin berolahraga adalah caraku mewaraskan diri dari racun kegagalan yang menguras habis ambisiku. Karenanya fisikku cukup bugar, dan energi-energi negatif tidak lagi menarikku.

Dari segi asmara, tahun ini juga memberikan banyak kejutan. Rasa berdebar-debar sudah lama tidak kurasakan, manusia laki-laki tidak lagi menjadi hal yang ku minati. untuk yang satu ini seluruhnya kuserahkan kepada sang Maha Berkehendak. Relasi romantis adalah keinginan purba yang sudah habis masanya. Satu dua kali memang muncul keinginan untuk memiliki teman mengobrol, hanya sebatas itu dulu. Fokusku tertuju kepada hal lain, aku ingin memperkokoh lagi langkah-langkahku. Jika kelak ada tuan yang ingin menetap, aku bisa menyuguhkan yang terbaik dari diriku.

Untuk satu tahun kedepan aku hanya meminta satu hal, KEKUATAN. Sebab banyak doa-doa yang harus kuusahakan agar terwujud dan banyak hal yang harus kupelajari lagi. Cinta, kesabaran, rasa percaya, ketekunan, kebaikan adalah beberapa hal yang akan selalu kubawa untuk jadi bekal menghadapi ketidakpastian yang akan muncul pada tahun-tahun berikutnya. Siapapun yang membaca ini, semoga kau dan orang-orang tercintamu selalu diberi kecukupan dan rasa gembira 😇

~rant
Hari ini sudah 24 tahun!

Komentar

Postingan Populer